Wednesday, 26 December 2012

2013 titik penting pencapaian kekeuatan Pokok Pertahanan

Jakarta - Sama seperti politik, tahun 2013 adalah tahun penting di bidang pertahanan. Ribuan item alat utama sistem senjata (alutsista) harus sudah hadir di Indonesia. Walaupun pengadaan alutsista tak terkait dengan keberlangsungan kabinet, namun pencapaian di tahun 2013 akan sangat menentukan pengadaan alutsista pada kabinet mendatang.

Maklum, di 2014, Indonesia tinggal menunggu kedatangan alutsista. Kontrak-kontrak pengadaan sudah harus selesai di 2013. Sambil tentu saja menutup kabinet Indonesia Bersatu jilid II dengan kado alutsista yang manis. Dan berharap, pada kabinet selanjutnya masterplan kekuatan pokok minimum (MEF) tetap dipertajam.

TNI sedang berjaga  Alutsista di Monas

Membuka 2013, pemerintah menganggarkan APBN sebesar 77 triliun rupiah. Anggaran terbesar, bahkan dibandingkan untuk kepentingan pendidikan, infrastruktur, dan kesehatan. Khusus untuk alutsista, pemerintah menyisihkan 36 triliun rupiah dari anggaran itu. "Dengan jumlah itu, pemenuhan alutsista untuk mencapai MEF bisa jadi semakin cepat," kata pemerhati militer dari Universitas Indonesia, Andi Widjajanto. Apalagi, Presiden sudah berkomitmen mengucurkan dana 156 triliun rupiah hingga 2014 di luar pos APBN. 

Jika pos lain sering tersandung di DPR, tidak dengan bidang pertahanan. Komisi I DPR yang membidangi pertahanan jauh-jauh hari sudah menyetujui sederet daftar belanja alutsista yang disodorkan Kementerian Pertahanan (Kemhan). "Tinggal pemilihan spesifikasi yang lebih teknis dan sejumlah item yang masih dibubuhi bintang (masih dipertanyakan)," kata Andi.

Tanda bintang itu, sebut Andi, dibubuhi karena belum adanya spesifikasi teknis. Contohnya, pengganti pesawat Fokker 100 yang jatuh. Kemhan belum mencantumkan apakah akan menggantinya dengan pesawat angkut CN 295 hasil kerja sama Airbus Military dengan PT Dirgantara Indonesia, atau pesawat angkut buatan Brazil/Italia.

Untuk 2013, anggaran pertahanan akan lebih banyak dialokasikan untuk TNI AD. Pembelian 100 main battle tank dari Jerman memang membutuhkan anggaran yang besar. Belum lagi beberapa senjata artileri dan kendaraan angkut personel. Persentasenya, TNI AD mendapatkan anggaran 40 persen, TNI AL dan TNI AU sebanyak 50 persen, sisanya untuk Mabes TNI.

Meski demikian, Andi melihat pemenuhan alutsista yang dilakukan pemerintah masih sesuai dengan rencana strategis hingga 2024. "Memang ada beberapa yang dipercepat, seperti pengadaan Leopard, tapi tak menyimpang," ujar dia. Dia memuji Kemhan yang akhirnya mampu membuat perencanaan jangka menengah dan panjang untuk pemenuhan MEF. "Itu artinya, kita tak lagi didikte oleh broker-broker senjata," kata Andi.

Opimistis

Panglima TNI Agus Suhartono justru optimistis pemenuhan MEF bisa lebih cepat dari yang direncanakan. "Saya berharap sebelum 2024 akan tercapai MEF," kata dia. Menurut dia, desain MEF yang telah dibuat pemerintah telah memperhitungkan ancaman perbatasan, ancaman dalam negeri, penegakan hukum laut, dan perbantuan keamanan ke kepolisian. "Sedangkan yang tak terprediksi akan dihitung ulang," kata dia.

Namun, pencapaian kebutuhan alutsista ini bukan tanpa kritik. Direktur Eksekutif Imparsial, Poengky Indarti, berharap pemerintah lebih memprioritaskan pengadaan alutsista di laut dan udara. Apalagi, Indonesia merupakan negara maritim dengan luas laut jauh lebih besar dari daratan.

Imparsial mencatat sejumlah alutsista yang dipertanyakan transparansinya, khususnya mengenai pembelian sukhoi. Yang terbaru, adalah pembelian Kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) dari Belanda. Di luar pencapaian MEF, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ingin pertahanan Indonesia lebih berperan aktif dalam perdamaian dunia pada 2013. "Kita ingin mempererat kerja sama pada operasi militer, selain perang dan operasi penjagaan perdamaian," kata dia. Niat itu sudah sedikit terwujud dengan didirikannya Pusat Pemeliharaan Perdamaian, di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Presiden tak melupakan kesejahteraan prajurit. Pertumbuhan ekonomi yang cukup baik memungkinkan pemerintah meningkatkan gaji, upah lauk-pauk, dan tunjangan bagi prajurit. "Asuransi kesehatan pada 1 Januaari 2014 akan kita berlakukan. TNI dan keluarga akan included di situ," jelas dia.Pemerintah tak melupakan pembangunan perumahan prajurit. "Banyak perwira maupun bintara yang harus bertugas 24 jam per hari, tapi tak memiliki tempat tinggal. Di sisi lain, masih ada rumah dinas yang ditempati mereka yang sudah tidak aktif," jelasnya.

Presiden juga menyoroti perlunya dibangun sarana dan prasana di perbatasan, seperti Indonesia dengan Malaysia dan Indonesia dengan Papua Nugini, dan pulau-pulau terdepan seperti di Miangas. "Saya melihat perlu juga dibangun yang sifatnya nonmiliter, misalnya pasar, puskesmas, sekolah," kata dia.



Inspeksi Laut Jelang Serah Terima Jabatan Kasal

Surabaya - Sehari menjelang serah terima jabatan (Sertijab) Kepala Staf Angkatan Laut dari Laksamana TNI Soeparno kepada penggantinya Laksamana Madya TNI Dr. Marsetio, MM, kedua pejabat tersebut menginspeksi kapal-kapal perang (admiral inspection) yang tengah sandar di Markas Koarmatim Ujung, Surabaya, Rabu (26/12)


Admiral Inspection merupakan salah satu tradisi dilingkungan TNI AL yang dilaksanakan guna memeriksa kesiapan unsur-unsur TNI AL untuk yang terakhir kalinya, sebelum tongkat estafet kepemimpinan diserahterimakan.Tradisi ini biasanya digelar menjelang pergantian jabatan Kepala Staf Angkatan Laut maupun pada saat pergantian Panglima Komando Armada RI Kawasan. Kegiatan tersebut, selain sebagai ajang salam perpisahan dengan para prajuritnya, juga merupakan kesempatan untuk memperkenalkan pemimpin yang baru.


Dalam inspeksi laut tersebut, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno didampingi calon penggantinya Laksamana Madya TNI Dr. Marsetio, MM dengan menggunakan KAL Yudistira yang di komandani oleh Lettu Laut (P) Sukarno Efendi. Dibelakang kapal, dikawal dua kendaraan tempur air “Sea Rider” dari Satuan Komando Pasukan Katak Koarmatim. Kapal tersebut berlayar dimulai dari Dermaga A kolam Koarmatim menuju kearah selatan, dimana tengah bersandar kapal-kapal Satuan Kapal Cepat, Satuan Kapal Amfibi, Satuan Kapal Patroli, Satuan Kapal Bantu, Satuan Kapal Selam dan Satuan Kapal Eskorta. Selanjutnya kapal bergerak keluar menuju Selat Madura.


Gelar unsur yang turut dalam InspeksiLaut kali ini melibatkan sekitar 2500 orang prajurit anggota kapal perang dari berbagai tipe dan jenis yang tengah berada di Pangkalan Koarmatim. Pada saat KAL Yudistira yang ditumpangi Kepala Staf Angkatan Laut dan penggantinya melewati setiap kapal perang, terdengar bunyi pluit diiringi dengan penghormatan para ABK yang melakukan penghormatan lambung dengan berbaris di reling kapal sambil serentak meneriakkan “Jalesveva Jayamahe” secara berulang-ulang.

Setelah melaksanakan inspeksi laut, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno melalui radio telekomunikasi menyampaikan amanatnya yang dipancarkan dan diterima oleh seluruh kapal perang TNI AL yang tengah beroperasi di segenap penjuru perairan NKRI maupun internasional.


Dalam amanatnya Kasal diantaranya mengatakan, bahwa tugas dan pengabdian mulia ini akan terus berlanjut. Ke depan tugas-tugas yang lain telah menunggu, bukanlah semakin ringan dan mudah, akan tetapi justru akan semakin berat dan kompleks.

“Saya berharap kepada prajurit TNI Angkatan Laut dimanapun bertugas dan dalam kondisi apapun, saudara-saudara tetap mengedepankan sikap profesionalisme dengan didukung moralitas yang tinggi,”kata Kasal Laksamana TNI Soeparno.

Diakhir amanatnya Kasal Laksamana TNI Soeparno juga memberikan beberapa penekanan yang disampaikan kepada seluruh jajaran prajurit TNI AL salah satunya yaitu, agar selalu memelihara dan meningkatkan disiplin, dedikasi dan loyalitas yang tinggi guna menghadirkan karya, kinerja dan prestasi demi suksesnya tugas pokok TNI Angkatan Laut.



Sumber : Dispenarmatim

Tuesday, 25 December 2012

Kiprah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi di Tahun 2012


Jakarta - Menjelang tutup tahun, seperti sebuah perusahaan, BPPT juga mengeluarkan laporannya, atas semua pekerjaan yang telah diselesaikan di tahun 2012. Dalam catatan kali ini, terutama di bidang Hankam, BPPT menorehkan setidaknya 3 prestasi.  Dalam bidang teknologi pertahanan dan keamanan telah menghasilkan Pesawat Udara Nir Awak (PUNA), dimana salah satunya yaitu Puna Wulung  BPPT akan masuk jajaran Squadron TNI AU.  


PUNA ini sendiri telah diujicoba dan disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan serta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Lanud Halim Perdana Kusumah, oktober lalu. Meski masih banyak kekurangan, menurut publikasi BPPT, TNI-AU tetap akan mengadopsi PUNA buatan dalam negeri ini berdampingan dengan UAV asal Philipina yang akan segera tiba.





Selain itu, BPPT juga ternyata berperan mendukung program kerja sama Indonesia-Korea Selatan  dalam Pengembangan Pesawat Tempur KFX/IFX. Dukungan itu diwujudkan dalam uji Aerodinamika 2 model KFX/IFX (model C102 dan C2012). Uji terowongan angin itu dilaksanakan sejak mei hingga september 2012.



Lalu, MEPPO (Balai Mesin Perkakas, Teknik Produksi, dan Otomasi) BPPT juga bersama Pussenif serta Meppo mengembangkan komputer mortir balistik terpadu (KOMBAT). Alat ini mampu mempercepat waktu penghitungan penembakan mortir secara akurat, mudah dan cepat. Tahun 2013, peralatan ini diharapkan akan diproduksi di PT.Pindad.





Sumber : ARC

Rusia Pasok Pesawat Tempur Sukhoi Dan Helikopter Ke India


New Delhi - Presiden Rusia, Vladimir Putin berkunjung ke New Delhi, India Senin (24/12) melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri India, Manmohan Singh dalam rangka membahas beberapa kesepakatan di antaranya masalah pembelian peralatan militer dan kerjasama di bidang pertahanan dan teknologi antara kedua negara. “Penjualan pesawat militer menjadi puncak agenda pertemuan Presiden Vladimir Putin dan Perdana Menteri India Manmohan Singh di New Delhi,” tulis Euronews (24/12).

Presiden Vladimir Putin dan Perdana Menteri Manmohan Singhn

Kantor Berita untuk Federasi Rusia, RIA Novosti melaporkan, Rusia akan memasok pesawat tempur dan helikopter kepada India senilai 2,9 Miliar US Dolar melalui kesepakatan yang telah ditandatangani antara pemimpin kedua negara selama kunjungan Presiden Putin ke India. Selain itu, Kedua pemimpin negara juga menandatangani sejumlah perjanjian kerjasama di sektor pertahanan dan teknologi. Dalam kesepakatan tersebut, India akan membeli 42 jet Sukhoi Su-30 pesawat tempur dan 71 Mil Mi-17 helikopter buatan Rusia.

Saat ini, India merupakan salah satu importir terbesar peralatan militer buatan Rusia dan sekitar 70 peralatan militer India dipasok dari Rusia. Hanya saja, menurut RIA Novosti, dalam beberapa tahun terakhir, Moskow telah kehilangan beberapa kesepakatan terhadap negara-negara Barat. Pada bulan lalu, India telah menunjuk perusahaan Boeing sebagai pengalihan dari rencana pembelian MiL Rusia untuk kontrak helikopter utama.

India menyatakan ketidakpuasannya dalam kesepakatan pengiriman kapal induk Admiral Gorshkov untuk Angkatan Laut India yang sedang diperbaharui Rusia, dimana Rusia akan menyerahkan kapal tersebut pada tahun 2008, tetapi pekerjaan sedang berlangsung dan harganya naik dua kali lipat menjadi 2,3 miliar US Dolar.

Presiden Putin juga memuji kerjasama Moskow dan New Delhi dalam bidang ilmu pengetahuan, investasi dan energi. Menurut Putin, saat ini omset perdagangan antara Rusia dan India mencapai  10 miliar US Dolar dan pada tahun 2015 diharapkan akan berlipat ganda menjadi  20 miliar US Dolar.

Putin mengatakan, "pendalaman persahabatan dan kerjasama dengan India" merupakan salah satu "prioritas utama" Rusia dalam kebijakan luar negeri. Kedua pemimpin negara tersebut seperti dilansir Euronews, tertarik untuk menekankan aliansi strategis antara kedua negara, dan Manmohan Singh menyebut Putin sebagai "sahabat yang bernilai".




Sumber : Pelita Online

Monday, 24 December 2012

Militer Iran Produksi Kapal Selam Anti Radar

Iran - Komandan Angkatan Laut Sepah Pasdaran (IRGC) Republik Islam Iran, Laksamana Ali Fadavi mengatakan, selain kemampuan normal seperti kapal selam lainya, kami memiliki kemampuan lain di kedalaman yang tidak diketahui pihak manapun serta berbeda dengan kondisi normal kapal selam lain. 

Kapal Selam Iran

Laksamana Ali Fadavi dalam wawancaranya dengan FNA seraya mengisyaratkan penggunaan kapal selam yang memiliki kemampuan canggih tersebut di Angkatan Laut Pasdaran menjawab pertanyaan sebatas mana misi kapal selam ini, menandaskan, cakupan misi kapal selam yang kami miliki baik di militer maupun Pasdaran sangat luas dan tidak terbatas pada wilayah geografi tertentu.

Fadavi seraya menjealskan bahwa kapal selam militer Iran sejak lama telah diterjunkan dalam berbagai operasi dan kapal selama Pasdaran dalam waktu dekat juga akan menjalankan misi, terkait kemampuan kapal selam ini mengatakan, selain kemampuan normal yang dimiliki kapal selam lain, kapal selam ini memiliki kemampuan di atas rata-rata yang tidak diketahui oleh pihak manapun.

Sementara itu, Muhammad Islami, wakil bidang industri dan riset Departemen Pertahanan Iran kepada FNA mengatakan, Departemen Pertahanan menjadi penyuplai peralatan di tubuh militer dan memproduksi pesanan dari angkatan bersenjata.

Menurutnya, kapal selam yang akan diserahkan kepada Pasdaran adalah jenis kelas menengah dan akan dimanfaatkan untuk operasi-operasi yang bakal dijalankan Pasdaran. Ia menambahkan, salah satu keistimewaan kapal selam ini adalah kemampuannya lolos dari deteksi radar (anti radar). "Kali ini kami memiliki kemampuan tak terdeteksi radar lawan saat menjalankan operasi," tandas Islami.



Sumber : GFI

Sunday, 23 December 2012

Indonesia Butuh Regulasi Pengawasan Udara


Jakarta - Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono, mengatakan hingga saat ini regulasi mengenai pengawasan udara nasional belum komprehensif. Diharapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengawasan Udara Nasional segera disahkan sebagai revisi dari UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Kedaulatan Penerbangan. 

"Harus ada penyamaan persepsi tentang pentingnya pertahanan dan kedaulatan udara nasional," kata Panglima TNI saat menjadi inspektur upacara dalam serah terima jabatan Kepala Staf TNI AU (Kasau) di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (21/12).

Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono
 
Keberadaan regulasi yang komprehensif, lanjut Panglima, akan menjadi referensi dalam menyusun strategi penggunaan tepat guna untuk mendukung pertahanan udara. "Saya juga berharap UU Pengawasan Udara Nasional bisa menjadi landasan hukum dalam optimalisasi industri kedirgantaraan walaupun saat ini sudah ada UU Industri Pertahanan," kata dia.

Marsekal Madya TNI Ida Bagus Putu Dunia resmi menggantikan Marsekal Imam Sufaat sebagai Kasau. Sebelum serah terima jabatan ini, Ida Bagus sudah dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Senin (17/12).

Agus Suhartono berharap Ida Bagus mampu meningkatkan kemampuan TNI AU ke depannya, khususnya dalam pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) untuk mencapai kekuatan pokok minimum (Minimum Essential Force/MEF) hingga 2024. "Saya harap Kasau yang baru dapat meneruskan kepemimpinan Kasau yang lama dan melakukan inovasi-inovasi baru yang dapat meningkatkan kemampuan TNI AU," kata Panglima.

Agus berharap pergantian kepala staf baru ini bisa membuat TNI AU mengambil langkah penyempurnaan strategi keamanan udara dalam koridor pembangunan kekuatan, sesuai dengan kemampuan dan kebijakan MEF.

Terus Meningkat

Menurut dia, strategi keamanan udara merupakan keharusan guna memperoleh gambaran tentang keefektifan dan efisiensi pencapaian sasaran kebijakan pembangunan MEF TNI AU. Apalagi ke depan, perkembangan situasi keamanan regional dan internasional akan terus meningkat dan sewaktu-waktu mengganggu dan mengancam kepentingan nasional.

Selama menjabat sebagai Kasau, Imam Sufaat terbilang sukses memodernisasi alutsista dengan persentase angka penambahan mencapai 60 persen dari kekuatan sebelumnya. Imam yang menjabat Kasau lebih dari tiga tahun ini juga berhasil menambah Satuan Radar dan Batalyon Paskhas di Biak sebagai penambahan kekuatan di Indonesia Timur. Imam pun menambah Skadron VVIP khusus helikopter di Halim Perdanakusuma. Setelah sertijab ini, Imam akan menjalani masa pensiun.

Sementara itu, Ida Bagus menyatakan akan melanjutkan kepemimpinan Kasau yang lama guna meningkatkan profesionalisme prajurit TNI AU dan meningkatkan kemampuan alutsista TNI AU. "Untuk peningkatan alutsista TNI AU ke depan, saya akan langsung konsolidasikan dengan jajaran. Saat ini saya belum melihat dokumen secara keseluruhan," katanya.

Ida Bagus merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) 1981 dan merupakan pria keturunan Tabanan, Bali. Ia memulai karier sebagai penerbang Wingdik 1 Lanud Adi Sutjipto. Kariernya mulai meroket pada 2011 ketika menjabat gubernur AAU. Pada Juli 2012 lalu, dia mendapat promosi bintang tiga dengan jabatan komandan sekolah staf dan komando (Dansesko) TNI. Ida Bagus akan menyandang bintang empat dan menjadi putra Bali pertama yang menjadi orang nomor satu di lingkungan AU.



Sumber : Koran Jakarta

198 Siswa Marinir Awali Pendidikan Komando


Sitobondo - Sebanyak 198 siswa Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI AL Angkatan ke-32 ditambah  Kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-59 akan mengawali Pendidikan Komando (Dikko) sebagai  puncak dari Program Pendidikan Marinir yang akan berlangsung hingga pertengahan Maret 2013 mendatang.

Pendidikan Komando Marinir. Foto : TNI-AL.

Pendidikan Komando yang akan diawali dengan problem laut tersebut dibuka Komandan Pusat Pendidikan Infanteri (Danpusdikif) Komando Pendidikan Marinir (Kodikmar) Kobangdikal Kolonel Marinir Bambang Sukarno di Baluran, Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur) Marinir Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (20/12/2012). 

Dari jumlah 198 orang tersebut, 174 orang diantaranya adalah siswa Dikmata angkatan ke-32 kejuruan Marinir yang tengah menempuh pendidikan di Kodikmar Gunungsari dan 24 orang sisanya adalah Kadet AAL angkatan ke-59 kejuruan Marinir yang tengah melaksanakan pendidikan di Akademi Angkatan Laut Morokrembangan, Surabaya.

Menurut Danpusdikif, Pendidikan Komando ini merupakan bagian terakhir dari program pendidikan Marinir yang diselenggarakan oleh Pusdikif, Kodikmar. Dikko, lanjutnya, bertujuan untuk membekali dan melatih siswa agar memiliki kemampuan dan keterampilan tentang taktik dan teknik Pasukan Komando sebagai bekal dalam kedinasan di Satuan Marinir dan TNI AL pada umumnya."

Pendidikan Komando yang lebih dikenal dengan Dikko merupakan latihan yang harus dilalui bagi calon prajurit Marinir mulai srata Perwira hingga Tamtama. Melalui Dikko inilah sebagai sarana pengikat Korps agar memiliki satu jiwa dan satu hati yang menjadi kebanggaan setiap Prajurit Marinir,” terang Pamen melati tiga di pundak tersebut. Adapun materi latihan ini mencakup teori maupun praktek ketrampilan, mulai ketrampilan perorangan sampai taktik satuan kecil, yang kesemuanya merupakan ilmu dasar bagi prajurit komando Marinir.

Menurutnya, latihan ini akan menguras tenaga dan ketahanan mental akan dilaksanakan beberapa tahapan antara lain tahap laut yang dilaksanakan selama 15 hari, tahap dasar komando dilaksanakan selama 27 hari, tahap perang hutan dilaksanakan selama 20 hari, tahap gerilya lawan gerilya dilaksanakan selama 8 hari dan tahap lintas medan yang dilaksanakan selama 7 hari dengan jarak tempuh 350 km.

“Latihan yang berlangsung lama ini akan menguras tenaga dan energi oleh sebab itu utamakan faktor keamanan, keselamatan baik personil maupun material dengan tidak mengurangi materi dan kualitas latihan, sehingga tujuan dan sasaran latihan dapat dicapai,” pintanya.





Sumber : Pen Kobangdikal

Dinas Intelijen Rezim Zionis Israel di Irak, Jejak-Jejak Mossad di Irak

Berbagai bukti dan laporan menyebutkan bahwa wilayah Kurdistan Irak berubah menjadi sarang Dinas Intelijen Rezim Zionis Israel (Mossad).Berbagai media Irak melaporkan kehadiran anasir Dinas Rahasia Israel (Mossad) di wilayah Kurdistan Irak. Al-Alam menukil dari al-Nakheel melaporkan, anasir Mossad di Kurdistan menggunakan kedok sebagai pengusaha guna melancarkan konspirasinya di bidang ekonomi, keamanan dan politik.

Al-Nakheel menulis, anasir Mossad memanfaatkan teknologi canggih guna merekam percakapan para petinggi Irak dan sejumlah anggota Peshmerga Kurdi mereka kirim ke Palestina pendudukan untuk menjalani pelatihan. Wayne Madsen, wartawan Amerika yang mencermati transformasi di wilayah Kurdistan Irak meyakini bahwa anasir Mossad telah berada di kawasan ini sejak tahun 2005 guna melatih pasukan Peshmerga. Menurutnya, Yahudi Kurdi sejak agresi militer Amerika Serikat ke Irak tahun 2003 telah aktif membeli tanah di Provinsi Nainawa, karena mereka meyakini provinsi ini termasuk bagian bersejarah Yahudi.



Ia menambahkan, Zionis dengan dalih berziarah ke makam Nabi Yunus dan nabi-nabi lain Bani Israel yang berada di Irak sepanjang tahun berulang kali mengunjungi negara ini. Binyamin Fuad Ben-Eliezer, mantan menteri peperangan Israel termasuk sosok yang mengawasi perusahaan jasa yang membawa rombongan "peziarah" Israel ke Irak. Di luarnya rombongan ini menampilkan diri sebagai peziarah, namun mereka melakukan kegiatan spionase di Irak.

Sepertinya gerakan Israel di wilayah utara Irak tidak berhenti sampai di sini saja. Agen-agen Mossad melalui perusahaan dagang, kontraktor serta pedagang yang memiliki identitas Arab maupun non Arab berusaha meningkatkan pengaruhnya di Irak dan mengawasi dari dekat setiap perkembangan di negara ini.

Lembaga riset Irak Dar Babil di laporannya menyebutkan, perusahaan BAZAN yang dipimpin oleh Yashar Ben-mordechai menguasai eksplorasi dan kilang minyak di Irak. Tampaknya perusahaan ini melalui sebuah kontrak telah membeli ladang minyak Kirkuk dan wilayah Kurdistan Irak serta mengangkutnya ke Israel melalui Turki dan Yordania.

Selain itu pelatihan milisi Peshmerga Kurdi merupakan strategi lain Mossad di wilayah Kurdi Irak. Kondisi ini tak lepas dari pantauan pemerintah pusat. Baghdad berulang kali memberikan peringatan atas hubungan petinggi Kurdistan dan Israel. Meski petinggi Kurdistan menolak memiliki hubungan dengan Tel Aviv, namun keberadaan perusahaan jasa kontraktor dan perdagangan Israel di kawasan ini sepertinya cukup menjadi dalih berlanjutnya hubungan antara kedua pihak.

Yang pasti jika proses ini terus berjalan, maka Irak sebagai pihak langsung akan terancam dan bahaya ini akan terus merembet ke negara tetangga Baghdad. Mantan Menteri Keamanan Israel, Avi Dichter seraya mengisyaratkan tujuan strategis Israel untuk mencegah kemajuan peran Arab dan regional Irak di kawasan menyatakan, "Mengingat kelemahan militer negara ini di dua dekade terakhir, Israel berusaha membagi wilayah Irak demi keamanannya."



Prediksi Alustsita Indonesia di Tahun 2013



Jakarta - Seperti kita ketahui, tahun 2012 ramai dan gaduh mengenai pengadaan alutsista. Salah satu yang paling menarik perhatian dan simpang siur adalah mengenai pengadaan MBT Leopard II. Dan hingga kini, pengadaan monster lapis baja itu pun masih belum jelas. Lalu, bagaimanakah nanti gegap gempita perkuatan TNI di bidang Alutsista pada tahun 2013 ?

Berikut adalah beberapa diantaranya. Namun, kami ingatkan, ini hanyalah prediksi. Segala sesuatunya masih bisa berubah dengan berjuta alasan. Salah satu anekdot di ARC adalah, jika barangnya belum sampai, belum difoto narsis, maka jangan percaya 100% dulu. Tapi, paling tidak inilah sedikit gambaran.


TNI Angkatan Udara

1. Pesawat latih mula Grob. Setelah mengalami kemunduran, diperkirakan pesawat latih Grob G-120TP akan di roll out pada bulan maret. Pada medio Januari-Februari, kemungkinan akan dikirim teknisi dan pilot untuk mengawaki pesawat tersebut.

2. Pesawat latih T-50i dari Korea Selatan juga diperkirakan akan tiba pada 2013. Bahkan foto-foto pesawat calon pengganti Hawk Mk-53 itu sudah beredar dengan kelir aerobatik.

3. Persenjataan Sukhoi diduga juga akan tiba pada tahun 2013. Indikasinya, beberapa pilot dari sarang Thunder telah dikirim untuk berlatih di Rusia. Apa saja jenisnya? sebaiknya kita tunggu saja penampakannya.

4. Disisi lain dari publikasi Kemhan, terungkap rencana pengadaan pengadaan Helikopter super puma (NAS-332C1) VVIP sebanyak 2 unit senilai 460 Milyar, hibah Hercules senilai 440 Milyar serta Upgrading Falcon star untuk F-16 sebanyak 10 unit senilai 270 Milyar


TNI Angkatan Darat

1. Pada Januari atau selambatnya Februari, senjata anti tank NLAW diperkirakan akan tiba. Saat ini senjata tersebut tengah dipersiapkan untuk pengiriman.

2. Menindak lanjuti kontrak yang telah ditanda tangani, Meriam Caesar 155mm serta roket Astros diperkirakan akan tiba pada pertengahan tahun 2013. Jika tidak ada aral melintang tentunya.

3. Untuk melengkapi kedatangan Caesar, pada 2013 juga akan dilakukan pengadaan pengadaan Radar range finder untuk satuan armed, sebanyak 2 unit senilai 27,8 Milyar. Juga akan dilengkapi Sta Meteo, relay beserta alat kelengkapannya. Rencananya, pengadaan alat-alat diatas akan melibatkan Pindad sebagai penyedia platform, yaitu berupa Rantis Komodo.

4. Diperkirakan alutsista Arhanud juga akan tiba pada tahun 2013. Diantaranya rudal Mistral serta Starstreak. Khusus untuk mistral, akan dilakukan juga pengadaan 56 unit Rantis Komodo sebagai pembawa rudal tersebut.

5. Pengadaan lanjutan Panser Anoa serta helikopter jenis NBell-412.



TNI Angkatan Laut

1. Serah terima KRI Beladau dari jenis KCR-40 diperkirakan akan dilakukan pada awal tahun 2013.

2. Kelanjutan program Multi Role Light Fregate (MLRF) dari jenis Nahkoda Ragam Class. Saat ini Mabes TNI-AL sudah menyiapkan Satgas untuk menjemput serta pelatihan awak kapal tersebut.

3. Uji terbang CN-235 Patroli Maritim pesanan TNI AL buatan PT.DI direncanakan akan berlangsung pada awal tahun 2013. Namun, kemampuan sesungguhnya dari pesawat ini masih belum jelas benar. Tunggu ARC datang dan memfoto pesawat kebanggan buatan dalam negeri ini nanti.

4. Pembangunan Trimaran ke-2 akan dilakukan juga pada 2013. Akan tetapi mengenai bahan maupun spesifikasinya secara jelas belum bisa diperoleh.

5. Data dari Kementrian Pertahanan juga menyebutkan kelanjutan program TNI-AL di tahun 2013. Diantaranya pembangunan platform KCR 60 M Lanjutan senilai 169,78 Milyar, Pengadaan Heli Angkut Bell-412 Tahap 2 lanjutan senilai 88,93 Milyar serta pengadaan Kapal Bantu Cair Minyak Lanjutan senilai 107,50 Milyar. Selain itu ada pula pengadaan Ranpur Amfibi jenis baru untuk Marinir.


Namun demikian beberapa alutsistaa lagi masih menunggu kepastian yang benar-benar pasti. Diantaranya:
kontrak pengadaan Leopard
Pengadaan heli serang Apache (atau bukan Apache)
ATGM Tambahan jenis lain
Heli AKS untuk TNI-AL
Helikopter Serang Fennec,
Pengadaan meriam KH-179 dan LG Mk3, dan lain sebagainya
Demikian beberapa prediksi yang akan tampil pada tahun 2013 nanti. Kita tunggu saja kejutan-kejutan di tahun 2013. Toh.. hidup terasa kurang seru jika tanpa kejutan.



Sumber : ARC