Monday, 21 January 2013

TNI AL Butuhkan Kapal Perang Jenis Fregate untuk Jaga Wilayah ZEE


Jakarta - TNI AL sangat membutuhkan kapal fregat untuk menjaga perbatasan hingga jauh ke Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Pengadaan tiga kapal fregat dari Inggris itu merupakan tindak lanjut Kementerian Pertahanan (Kemhan) atas permintaan TNI AL. Kapal itu juga memenuhi syarat untuk operasi pengamanan wilayah laut. 

Menhan Indonesia dan Menhan Indonesia di Kantor Kemenhan. Foto : Koran Jakarta
"Kapal multi role light frigate (fregat ringan multiperan) dari Inggris yang saat ini sedang dijajaki Kemhan mampu menjangkau hingga ZEE," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal), Laksma Untung Suropati, kepada Koran Jakarta, kemarin.

Sunday, 20 January 2013

Golden Eagle T-50 Resmi Gantikan Hawk MK-53, TNI AU Kirim Penerbang Ke Korsel


Madiun - Adanya kepastian penggantian pesawat tempur Hawk MK-53 oleh pesawat Golden Eagle T-50 buatan Korea Selatan, Pangkalan Udara Iswahyudi mengirim enam penerbang dan teknisinya dari Skadron Udara 15 untuk mengikuti pelatihan guna nantinya akan mengawaki serta merawat pesawat T-50 Golden Eagle.
Golden Eagle T-50
Mereka dipimpin langsung Komandan Skadron Udara 15 Mayor Pnb Wastum. Para penerbang tersebut telah mempunyai kualifikasi sekolah instruktur penerbang dan direncanakan para penerbang dan teknisi berada disana guna mentranfer teknologi pesawat T-50 Golden selama delapan bulan.

Lembaga Sandi Negara Siap Untuk Amankan Informasi di Dunia Cyber


Jakarta - Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) diharapkan melakukan pengamanan informasi di dunia cyber, tidak hanya untuk pemerintah namun juga untuk sektor swasta dan seluruh masyarakat Indonesia dengan mengedepankan semangat nasionalisme NKRI untuk membendung berbagai ancaman di dunia "cyber". Hal terebut terungkap dalam Seminar Internasional Cyberlaw tentang National E-Authentication" di Kuta, Bali, belum lama ini, yang diselenggarakan Lembaga Kajian Hukum Teknologi (LKHT) Fakultas Hukum Universitas Indonesia. 

Kepala Sandi Negara Dr. Djoko Setiadi, Msi. Foto : Antara/Regina Safri
Keterangan tertulis Humas Lemsaneg di Jakarta, Sabtu, menyebutkan, pemicara dalam semnar itu, antara lain Kepala Lembaga Sandi Negara, Mayjen TNI. DR. Djoko Setiadi, M.Si., Sylvia W. Sumarlin (Ketua FTII), Sammy Pangerapan (Ketua APJII), dan Andi Budimansyah (Ketua PANDI). mendukung peran Lemsaneg untuk mengamankan informasi di dunia cyber. 

Saturday, 19 January 2013

TNI AU Siapakan Satu Skuardon Pesawat Tanpa Awak Awasi Perbatasan Kalimantan


Jakarta - Tak gampang mengawasi seluruh teritori Kalbar, terutama wilayah perbatasan Kalbar-Sarawak, Malaysia Timur yang rawan penetrasi pesawat asing atau gerakan lawan. “Dalam waktu dekat ini kita akan dapat bantuan kekuatan satu skuadron pesawat tanpa awak. Kita berharap 2013 ini sudah datang dan siap dioperasikan,” ungkap Danlanud Supadio Kolonel Pnb Ir Novyan Samyoga saat berkunjung ke Redaksi Rakyat Kalbar di Graha Pena Kalbar Jalan Soekarno-Hatta, Kamis (17/1) sore.
Ilustrasi. Foto : Pusdikintel.blogspot.com
Teknologi maju yang akan digunakan Angkatan Udara khususnya di Kalbar yang berpangkalan di Lanud Supadio sudah menjadi kebutuhan baik pertahanan udara maupun menjaga kedaulatan Republik Indonesia. Karena itu TNI AU tidak punya pilihan lain selain menempatkan satu skuadron pesawat tanpa awak atau unmanned aerial vehicle (UAV) di Lanud TNI AU Supadio Pontianak.

Friday, 18 January 2013

Mantan Pangkostrad Membeberkan Ada Rencana Kudeta di Awal era Reformasi


Jakarta - Mantan Pangkostrad Letjen (Purn) Djadja Suparman membeberkan adanya rencana penggulingan kekuasaan sebanyak dua kali di awal era reformasi dengan memanfaatkan gerakan mahasiswa. "Selama proses transisi itu ada sekolompok orang yang menggerakkan massa untuk menggulingkan kekuasaan Presiden Soeharto dan Presiden Habibie secara inkonstitusional. Mereka memanfaatkan gerakan mahasiswa untuk memuluskan aksinya," kata Djadja dalam acara peluncuran dan diskusi buku biografinya yang diberi judul "Jejak Kudeta" di Jakarta, Jumat (18/1)

Prajurit TNI Melakukan Defille Pasukan. Foto : Republika/Edwin Dwi P


Dalam acara yang dimoderatori mantan presenter dan aktivis Irma Hutabarat itu hadir pula pengamat politik J Kristiadi dan sejumlah tokoh dan jenderal senior seperti mantan Wakasad Letjen (Purn) Kiki Syahnakri dan mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli.

Komandan Lanud SIM Paparan Hukum Perang dan REO (Aturan Pelibatan) Kepada Anggota TNI AU


Aceh - Paparan Hukum Humaniter (Hukum Perang) dan REO (Rule of Engagement) atau aturan pelibatan, Lanud Sultan Iskandar Muda dan Kompi H Paskhas BS dalam rangka mendukung Operasianal Koopsau I yang disampaikan langsung Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Supri Abu, SH., MH di Vip Room Lanud Sultan Iskandar Muda.(18-01).


Tujuan Paparan Hukum Perang dan REO yang diikuti anggota Lanud SIM dan anggota Kompi H Paskhas agar seluruh anggota TNI AU yang bertugas di Aceh Besar ini mengerti dan memahami Hukum perang udara dan aturan pelibatan.

Kemenhan Anggarkan US$385 untuk 3 Kapal Fregate Inggris


Jakarta - Indonesia akan membeli tiga unit kapal perang jenis Multi Role Light Frigate dari Inggris. Kepala Badan Perencanaan Pertahanan Mayor Jenderal Ediwan Prabowo mengungkapkan, kementerian menganggarkan dana sebesar US$385 juta untuk pembelian kapal tersebut. "Bahkan bisa lebih dari itu," kata Ediwan kepada wartawan di kantornya, Jumat, 18 Januari 2013.

Kapal Perang Multi Role Light Frigate. Foto : Laurssen-defence.com
Proses negosiasi pembelian kapal ini, kata Ediwan, memakan waktu 1,5 tahun. Lambannya proses negosiasi terjadi karena produsen persenjataan kapal tersebut dikabarkan sudah tutup. Selain itu, batalnya pembelian kapal jenis ini oleh Malaysia, Aljazair, dan Brunei Darussalam juga menjadi pertimbangan. "Itu sebabnya lama diputuskan," ungkap dia.

Thursday, 17 January 2013

Wamenhan Meninjau Kesiapan Kapal Cepat Rudal 40 KRI Beladau-643


Jakarta - Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin didampingi Kabaranahan Kemhan RI Mayjen TNI Ediwan Prabowo dan sejumlah pejabat Kemhan serta TNI lainnya, Kamis (17/1), melakukan kunjungan kerja ke Batam, dalam rangka meninjau kesiapan Kapal Cepat Rudal (KCR) 40 ketiga, yang akan diserahkan pada akhir bulan ini.

 
Kapal yang diberi nama KRI Beladau-643 tersebut, memiliki spesifikasi teknologi tinggi dengan panjang 44 meter, lebar 8 meter, tinggi 3,4 meter dan sistem propulasi fixed propeller 5 daun serta mampu berlayar dengan kecepatan 30 knot.

Indonesia Akan Mempelajari Sistem Wajib Militer Inggris


Jakarta - Indonesia akan mempelajari sistem wajib militer di Inggris. Sistem wajib militer tersebut berkaitan erat dengan sistem komponen prajurit cadangan yang belum dimiliki oleh Indonesia. "Kita memang tidak punya komponen cadangan militer, sistem Inggris akan kita pelajari, kalau cocok bisa kita tiru," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro usai bertemu Menteri Pertahanan Inggris Phillip Hammond di Jakarta, Rabu, 16 Januari 2013.

Menhan Purnomo Yusgiantoro dan Menhan Inggris Philip Hammond sesuai Upacara Penyambutan di Kantor Kemenhan. Foto : Antara/Wahyu Putro A

Istilah komponen cadangan sendiri merujuk pada wajib militer bagi warga negara Indonesia. Produk legal sebagai dasar hukum pelaksanaan wajib militer ini sendiri belum dibahas di Dewan Perwakilan rakyat.